Eksistensi Komisioner Perempuan dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender pada KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatera Barat

Penulis

  • Irma Novita Jurusan Ilmu Sosiologi FISIP Universitas Andalas
  • Jendrius Jurusan Ilmu Sosiologi FISIP Universitas Andalas
  • Fachri Adnan Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Negeri Padang
  • Tito Handoko Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.35967/jipn.v17i30.7064

Kata Kunci:

existence, women commissioner, gender equality, election commission

Abstrak

The institution of Election organizers such as the General Election Commission is tasked with implementing the electoral stages process. Placing women in the election field is not only a matter of equality with men but part of the effort to encourage women’s political participation. The involvement of women as election organizers will play a major role in maximizing women’s participation in the elections. The main act women can take as election organizers at each stage is to ensure that women’s needs are considered and incorporated into programs or policies that are properly designed and implemented. The results of the number of women commissioners as election organizers are still minimal quantitatively. And if you look at the composition of the current membership structure, this women commissioner is still very minimal due to the 30 percent quota has not been fulfilled so there is still discrimination and many obstacles and challenges are found in realizing gender equality and women’s opportunities are limited in performing the tasks of elections. Most of these commissioners also feel there is still gender inequality. Challenges and obstacles such as social barriers in the form of PatriarchalCulture that still exist in Minangkabau society are still felt even though it is not as thick as in past times. In addition, stereotypes, marginalization, subordination, and the double burden also greatly affect the existence of this women commissioner in realizing gender equality.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abbas, Saleh. (2006). Idealisme Perempuan Indonesia dan Amerika. Makassar: Eramedia.

Afrizal. (2014). Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Amiruddin, Mariana. (2006). Feminisme: Ilmu Pengetahuan Merindukan Kebenaran. Jurnal Perempuan (48): 17-25.

Anusapati, Martoyo, Sukamto. (2014). Kinerja Aparatur Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kubu Raya. Tesis Universitas Tanjungpura Pontianak.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Azis, Asmaeny. (2013). Perempuan di Persimpangan Parlemen: Studi dalam Perspektif Hukum. Yogyakarta: Rangkang Education.

Bungin, Burhan. (2010). Teknik-teknik Analisis Kualitatif dalam Penelitian Sosial, dalam Bungin, Burhan (ed), Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Crick, Bernard. (1992). In Defence of Politics, 2nd Edition. Harmondswort: Penguin.

Dale, Spender. (2003). Language and Gender: an Advanced Resource Book dalam Jane Sunderland. New York: Routledge.

Demartoto, Argyo. (2005). Menyibak Sensitivitas Gender dalam Keluarga Difabel. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi III. Jakarta: Balai Pustaka.

Faisal, Sanapiah. (2010). “Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif”, dalam Bungin, Burhan (ed), Analisis Data Penelitian Kualitatif: Pemahaman Filosofis dan Metodologis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Fakih, Mansour. (2008). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Fuchs, Gesine dan Beate Hoeker. (2004). Without Women merely a Half-Democracy International Policy Analysis Unit: Frederich Ebert Stiftung.

Handayani, Trisakti dan Sugiarti. (2008). Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Malang: UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.

Harding, Sandra. (1989). “Is There Feminist Method?” dalam Feminism and Methodology, USA: Indiana University Press.

Hill, Gerald N dan Kathleen T. Hill, (2009). The English Law Dictionary . Nolo (ed).

Hunga, Arianti Ina Restianti. (2014). Suara Perempuan Kemana? Tantangan Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu 2014. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada: 757-782.

Humm, Maggie. (1989). The Dictionary of Feminist Theory. edisi kedua, Columbus: OhioState University.

Iman Subono, Nur. (2006). Ilmu Politik, Bias Gender dan Penelitian Feminis. Jurnal Perempuan (48): 55-66.

Janedjri, M. Gaffar. (2013). Demokrasi dan Pemilu di Indonesia. Jakarta: Konpress.

Jani, Hamsan. (2015). Tinjauan tentang Kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam Pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 di Kabupaten Paser. Jurnal Ilmu Pemerintahan 3(4): 1487-1501.

Jackson, Stevi & Jackie Jones (ed). (1998). Contemporary Feminist Theories. Washington: New York Universiity Press.

Jendrius. (2015). Decentralization, Local Direct Elections and The Return to Nagari Women’s Involvement and Leadership in West Sumatra. Kuala Lumpur: University of Malaya.

Khaerani, Siti Nurul. (2014). Strategi Meningkatkan Kesetaraan Gender dalam Bidang Politik di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Qawwam: Pusat Studi Gender dan Anak IAIN Mataram 8(1): 133-144.

Lovenduski, Joni. (2005). State Feminism and Political Representation. New York: Cambridge University Press.

Lovenduski, Joni. (2008). Politik Berparas Perempuan. Yogyakarta: Kanius.

Lumingkewas, Febrian, R. (2015). Kinerja Komisi Pemilihan Umum dalam Pemilihan Umum Legislatif: studi di Kabupaten Minahasa Selatan. Skripsi Universitas Ratulangi.

Maiwan, Moh. (2006). Perempuan dalam Teori Politik Plato: Persamaan, Ironi dan Kontradiksi (dalam Jurnal Pemberdayaan Perempuan). Jakarta: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia.

Mansbridge, J. (1999). Theories of Institutional Design. Deliberative System: Deliberative Democracy at the large Scale (pp.1-26). Newyork: Cambridge University Press.

Mar’iyah, Chusnul. (2002). Perempuan di Parlemen: Bukan Sekedar Jumlah. Jakarta: International IDEA.

Musdah Mulia, Siti dan Farida, Anik. (2005). Perempuan & Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Nelli, Jumni. (2015). Eksistensi Perempuan pada Lembaga Politik Formal dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender: Studi terhadap Anggota Legislatig di Provinsi Riau. Jurnal Syariah dan Ilmu Hukum XIV(2): 254-276.

Ningsih, Reza Tri Ayu. (2016). Keterwakilan Perempuan dalam Pencalonan sebagai Anggota Legislatif oleh Partai Politik di Kabupaten Berau. Jurnal Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman 4(4): 1603-1614.

Nimrah, Siti dan Sakaria. (2015). Perempuan dan Budaya Patriarki dalam Politik: Studi Kasus Kegagalan Caleg Perempuan dalam Pemilu Legislative 2014. The Politics: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin 1(2): 173-181.

Parawansa, Khofifah Indar. (2003). Studi Kasus: Hambatan terhadap Partisipasi Politik Perempuan di Indonesia. CS Indonesia: 1-12.

Phillips, Anne. (1995). The Politics of Presence. Oxfort: Oxport University Press.

Philp, Mark. (1994). The French Revolution and British Popular Politics.

Pitkin, Hanna. (1967). The Concept of Representation. Berkeley: Universitas Berkeley Press.

Ray, Shirin M. (2008). The Gender Politics of Development. New Delhi: Zubaan.

Reinharz, Shulamit. (1992).Feminist Methods in Social Research, edisi pertama, Oxford: University Press.

Rosyidah, Ida. (2014). Metode Penelitian Berspektif Gender. Jakarta: UIN Jakarta.

Sawyer, Sheryl Cooke, (1998). Gender Bias and Sex Role Stereotyping in Grade Seven History Textbooks, London, The University of Western Ontario.

Siregar, Wahidah Zein Br, (2011). Perempuan di DPRD Jawa Timur 2009-2014. Jurnal Sosiologi Islam 1(2): 1-20.

Tandang Assegaf, Nurcahaya. (2004). Kembalikan hak Perempuan. Yogyakarta: Pustaka Timur.

Tangguh S, Dimas. (2016). Proses Rekrutmen Anggota KPUD Kabupaten Pesisr Barat Tahun 2015. Skripsi Universitas Lampung.

Umar, Nasaruddin. (1999). Kodrat Perempuan Dalam Islam. Jakarta: Lembaga Kajian Agama dan Gender bekerjasama dengan Perserikatan Solidaritas Perempuan dan The Asia Foundation.

Utami, Santi Wijaya Hesti. (2001). “Kesetaraan Gender, Langkah Menuju Demokratisasi Desa” dalam IP4-LAPPERA. Perempuan Dalam Pusaran Demokrasi. Yogyakarta: IP4-LAPPERA dan Asia Foundation.

Yuniarsih, Tjutju dan Suwatno. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Alfabeta.

Unduhan

Diterbitkan

2019-03-07

Cara Mengutip

Novita, I., Jendrius, Adnan, F., & Handoko, T. (2019). Eksistensi Komisioner Perempuan dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender pada KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 17(30), 117–127. https://doi.org/10.35967/jipn.v17i30.7064

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.