Fenomena Broker Politik dalam Penyelenggara Pemilu

Penulis

  • Anindita Pratitaswari Universitas Indonesia
  • Sri Budi Eko Wardani Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35967/njip.v19i2.106

Kata Kunci:

Broker Politik, Kecurangan Pemilu, Penyelenggara Pemilu

Abstrak

Norma pemilu yang berintegritas salah satunya mensyaratkan agar penyelenggara pemilu dapat berperilaku netral dan tidak memihak. Namun sejak periode pemilu era reformasi, masalah integritas penyelenggara pemilu masih krusial. Dalam praktiknya, masih saja ditemukan kasus kecurangan pemilu yang melibatkan penyelenggara pemilu. Berdasarkan kasus yang sudah ada sebelumnya, penyelenggara pemilu menjadi aktor utama (broker) menggerakan beberapa penyelenggara pemilu lainnya melakukan kejahatan yang menghancurkan integritas Pemilu dengan berpihak dan menerima suap dari salah satu kandidat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini akan menganalisis dan memahami suatu realitas sosial tertentu

peristiwa penyelenggara pemilu sebagai broker politik. Serta melakukan studi dokumentasi yang berisi dokumen putusan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu maupun dokumen putusan pidana pemilu legislatif 2019. Adapun hasil penelitian ini adalah peran broker penyelenggara pemilu berbeda dari penelitian sebelumnya yaitu bertugas menghubungkan antara kandidat dengan penyelenggara pemilu lainnya untuk membantu kepentingan elektoral kandidat dengan cara curang. Adapun jika mendasarkan pada kasus pidana pemilu sebelumnya, pemanfaatan penyelenggara pemilu ini biasanya digunakan untuk melakukan manipulasi hasil pemilu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alvarez, R., Atkeson, L., & Hall, T. (2012). Evaluating Elections: A Handbook of Methods and Standards. . Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139226547.

Aspinall, E. (2014). When Brokers Betray: Clientelism, Social Networks, and Electoral Politics in Indonesia. Critical Asian Studies, 46(4), 545–570. https://doi.org/10.1080/14672715.2014.960706.

Aspinall, E. (2005). Elections and The Normalization of Politics in Indonesia. Southeast Asia Research, 13(2), 117-156. http://dx.doi.org/10.1016/j.electstud.2013.07.015

Aspinall, E., Rohman, N., Hamdi, A., Rubaidi, & Triantini, Z. (2017). Vote Buying in Indonesia: Candidate Strategies, Market Logic, and Effectiveness. Journal of East Asian Studies, 17 (1), 1-27. 10.1017/jea.2016.31. Doi: 10.1017/jea.2016.31.

Aspinall, E., & Hicken, A., (2020). Guns for Hire and Enduring Machines: Clientelism Beyond Parties in Indonesia and the Philippines. Democratization, 27(1), 137-156. Doi: 10.1080/13510347.2019.1590816

Asshidiqie, J. (2006). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Konstitusi Press.

Auyero, J. (2000). The Logic of Clientelism in Argentina: An Ethnographic Account. Latin Studies American Studies Association, 35(3), 55-81. Doi: 10.1080/13510347.2019.1590816.

Birch, S. (2007). Electoral System and Electoral Misconduct. Comparative Political Studies, 40, 1533-1556. Doi: 10.1177/0010414006292886

Biklen, R. C. B. & S. K. (2006). Qualitative research for education: an introduction to theory and method. Pearson Education, Inc.

Blaydes, L. (2008). Authoritarian Elections and Elite Management: Theory and Evidence From Egypt. Conference on Dictatorships. Princeton University. https://www.princeton.edu/~piirs/Dictatorships042508/Blaydes.pdf.

Buehler, M., & Tan, P. (2007). Party-Candidate Relationships in Indonesian Local Politics: A Case Study of the 2005 Regional Elections in Gowa, South Sulawesi Province. Southeast Asia Program Publications at Cornell University. (84), 41-69. http://www.jstor.org/stable/40376429.

Bochsler, L. L. (2014). A systematic approach to study electoral fraud. Electoral Studies, 35(3), 33-47. http://dx.doi.org/10.1016/j.electstud.2014.03.005.

Chaidar, A. (1999). Pemilu 1999 Pertarungan Ideologi Partai-Partai Islam Versus Partai-Partai Sekuler. Darul Falah.

Electoral fraud in the UK Final report and. (2014). January. https://www.electoralcommission.org.uk/sites/default/files/pdf_file/Electoral-fraud-review-final-report.pdf.

Fandi A. S, Wahab Tuanaya, M. W. (2020). Kaderisasi dan Penetapan Calon Legislatif Pada Partai Politik (Studi DPD Partai Nasional Demokrat Seram Bagian Barat 2019. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 19(1), 75–90. 10.35967/jipn.v19i1.7848.

Gaffar, J. M. (2013). Demokrasi dan Pemilu di Indonesia (Konstitusi).

Hasanuddin. (2018). Peran Partai Politik dalam Menggerakkan Partisipasi Politik Rakyat. Jurnal Ilmu Pemerintahan Nakhoda, 17(30), 94–100.https://doi.org/10.35967/jipn.v17i30.7062

James, T. S. (2010). Researching electoral administration in America: Insights from the “post-Florida” era. Political Studies Review, 8(3), 357–367. https://doi.org/10.1111/j.1478-9302.2010.00213.x

Kramon, E. (2016). Electoral handouts as information: Explaining unmonitored vote-buying. World Politics, 68(3), 454–498. https://doi.org/10.1017/S0043887115000453

Larreguy, H., Marshall, J., & Querubín, P. (2016). Parties, brokers, and voter mobilization: How turnout buying depends upon the party’s capacity to monitor brokers. American Political Science Review, 110(1), 160–179. https://doi.org/10.1017/S0003055415000593

Liddle, R. W. (1992). Pemilu-Pemilu Orde Baru Pasang Surut Kekuasaan Politik. Jakarta: LPS3ES.

Norris, P. (2015). Why Do Elections Fail? In Why Elections Fail. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/cbo9781107280908.002

Pasundanekspres.co. (2019, Juni 21). November 30, 2020, https://www.pasundanekspres.co/jabar/karawang/12-ppk-hanya-jalankan-perintah-am.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research and Evaluation Methods (3rd ed.). Sage Publication. https://doi.org/10.1177/1035719X0300300213

Payne, G. P. & J. (2004). Key Concepts in Social Research. SAGE Publications. https://dl.uswr.ac.ir/bitstream/Hannan/132151/1/Geoff Payne%2C Judy Payne Key Concepts in Social Research SAGE Key Concepts series 2004.pdf.

Rahman, K. (2017). Pelayanan Pemerintahan Yang Bertanggung Jawab. Jurnal Ilmu Pemerintahan Nakhoda, 16(28), 34–42. https://doi.org/10.35967/jipn.v16i28.5823

Saydam, G. (1999). Dari Bilik Suara ke Masa Depan Indonesia Potret Konflik Politik Pasca Pemilu dan Nasib Reformasi. PT Raja Grafindo Persada.

Stokes, S., Dunning, T., Nazareno, M., & Brusco, V. (2013). Brokers, Voters, and Clientelism: The Puzzle of Distributive Politics (Cambridge Studies in Comparative Politics). Cambridge: Cambridge University Press. Doi: 10.1017/CBO9781107324909.

Suhelmi, A. (2001). Pemikiran Politik Barat. Gramedia Pustaka Utama.

Sukmajati, E. A. & M. (2015). Politik Uang di Indonesia Patronase dan Klientelisme pada Pemilu Legislatif 2014le. Penerbit PolGov.

Tawakkal, G. T. I., Damayanti, R., Subekti, T., Alfian, F., & Garner, A. D. (2020). Social networks and brokerage behavior in Indonesian elections: Evidence from Central Java. Asian Affairs(UK), 47(3), 226–243. https://doi.org/10.1080/00927678.2020.1765473.

Unduhan

Diterbitkan

2020-12-31

Cara Mengutip

Pratitaswari, A., & Wardani , S. B. E. (2020). Fenomena Broker Politik dalam Penyelenggara Pemilu. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 19(2), 217–228. https://doi.org/10.35967/njip.v19i2.106

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.