Pancasila dan Identitas Ke-Indonesia-an

Sebuah Catatan Krisis

Authors

  • Muchid Albintani Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.35967/jipn.v16i28.5825

Keywords:

Pancasila, intelligence, identity crisis, Indonesia’s

Abstract

The term there is no legislation under development of Pancasila as the basis of the state, but the position of Pancasila is unshakeable. The anti-Pancasila attitude must also be anti-diversity that can live as a nation and a state [national crises]. Without affirmation or not in the legislation, Pancasila is the ‘foundation and ideology of the state’. Based on the fact that there is irrelevant when the question arises, whether Pancasila is still needed as the basis of state and nation, or is Pancasila still needed as a source of national law that explicitly needs to be affirmed into the 1945 Constitution and the sanctions of Pancasila tabulatively? This paper is an assertion of [reinforcement] of the Pencasila as an ideology into the 1945 Constitution or not, highly dependent on the winning electoral regime and the ‘election-winning political party’. Pancasila as ‘the foundation and ideology of the state’ becomes the determinant of ‘as close as the regime of the results of the practice of direct democracy’. Therefore, the affirmation of the essentials in building a lasting and harmonious life of fellow children of the nation in the future. Recognizing the reintroduction of the Indonesia’s identity of essence of Pancasila as the ideology of nation and state is based on ‘national consensus’. This awareness is resilient, so that a country that has been established for more than 73 years does not experience an identity crisis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Armstrong, Karen. 2002. Berperang demi tuhan: fundamentalisme dalam Islam, Kristen dan Yahudi. Terj. Satrio Wahono. Bandung: Mizan.

Denny Indrayana. 2007. Amandemen UUD 1945 Antara Mitos dan Pembongkaran. Bandung: Mizan.

Fukuyama, F. 2005. Memperkuat Negara Tata Pemerintahan dan Tata Dunia Abad 21. Terj. A. Zaim Rofiqi. Jakarta: Preedom institute dan Gramedia pustaka utama.

Jimly Asshiddiqie. 2008. Ideologi, pancasila dan konstitusi. Jakarta: Mahkamah Konstitusi.

Johar, Danah dan Ian Marshal. 2001. SQ Memanfaatkan kecerdasan spritual. Bandung: Mizan.

Johar, Danah dan Ian Marshal. 2005. Spritual capital: memberdayakan SQ di dunia bisnis. Bandung: Mizan Pustaka.

Hendarmin Ranadireksa. 2009. Arsitektur Konstitusi Demokratik Mengapa Ada Negara Yang Gagal Melaksanakan Demokrasi. Bandung: Fokusmedia.

Muchid Albintani. 2014. “Kecerdasan Indentitas dan Kekuatan Komunikasi: Menuju Indonesia Yang Demokratis”. Dalam Billy K Sarwono, dkk [ed]. “Masa Depan Komunikasi, Masa Depan Indonesia: Demokratisasi Masyarakat Plural”. Jakarta: Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.

Moh. Mahfud MD. 2006. Membangun Politik Hukum-Menegakan Konstitusi. Jakarta: LP3ES.

Sen, Amartya. 2007. Kekerasan dan Ilusi tentang Identitas. Serpong: Marjin Kiri.

UUD 1945.

UUD 1945 (Naskah perubahan/amandemen).

TAP MPR RI No1/MPR/2003 tentang Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum TAP MPRS dan TAP MPR Tahun 1960 Sampai Dengan Tahun 2002.

TAP MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan TAP MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (ekaprasetia pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara.

UU No.5 Tahun 1985 tentang, “Referendum”.

UU No.6 Tahun 1999 tentang, “Pencabutan UU No.5 Tahun 1985 tentang “Referndum”.

UU No. 17 Tahun 2014 tentang, “MPR, DPR, DPD, dan DPRD”.

UU No.12 Tahun 2011 Tentang, “Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.”

UU No.2 Tahun 2008 tentang, “Partai Politik”.

UU No.2 Tahun 2011 Tentang, “Perubahan UU No.2 Tahun 2008, “Tentang Partai Politik”.

UU No1 Tahun 2015 tentang, “PERPU No 1 Tahun 2014 tentang, Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-undang”.

PERPU No.1 Tahun 2014 tentang, “Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota”.

Putusan Mahkamah Konsitusi No. 100/PUUXI/2013 dalam perkara, “Pengujian UU No.2 tahun 2011 tentang perubahan atas UU No.2 thaun 2008 tentang Partai Politik terhadap UUD 1945”.

Keputusan Presiden No. 24 Tahun 2016 tentang, “Hari Lahir Pancasila”.

Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2017 tentang, “Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila”.

Published

2018-09-30

How to Cite

Albintani, M. (2018). Pancasila dan Identitas Ke-Indonesia-an: Sebuah Catatan Krisis. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 16(28), 43–49. https://doi.org/10.35967/jipn.v16i28.5825

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.