Kesenjangan Tata Kelola dan Kinerja Lingkungan yang Belum Merata: Bukti dari Analisis Perencanaan Lingkungan Strategis dan Tata Kelola Lingkungan yang Baik di Kota Tanjungpinang

Kesenjangan Tata Kelola dan Kinerja Lingkungan yang Belum Merata

Bukti dari Analisis Perencanaan Lingkungan Strategis dan Tata Kelola Lingkungan yang Baik di Kota Tanjungpinang

Penulis

  • Zuleriwati A.S Universitas Maritim Raja Ali Haji https://orcid.org/0009-0000-1976-4543
  • Hoki Apriyenson Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Nefriwati Hilmi Universitas Maritim Raja Ali Haji https://orcid.org/0009-0002-6427-7407
  • Dea Rizky Saputri Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Arie Afriadi Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Aria Bagiasa Chidmahdjati Universitas Maritim Raja Ali Haji https://orcid.org/0009-0006-5955-8430
  • M . Ari Fandi Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI:

https://doi.org/10.35967/njip.v25i1.923

Kata Kunci:

Perencanaan Lingkungan Strategis, Tata Kelola Lingkungan yang Baik, Kinerja Lingkungan

Abstrak

Studi ini mengkaji kesesuaian antara perencanaan strategis lingkungan dan kinerja lingkungan aktual di Kota Tanjungpinang selama periode 2017–2023, dengan fokus pada peran tata kelola lingkungan yang baik (GEG). Berbeda dari penelitian sebelumnya yang menilai indikator lingkungan atau tata kelola secara terpisah, studi ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengintegrasikan evaluasi kinerja dan analisis tata kelola dalam satu kerangka. Studi kasus evaluatif ini menggabungkan analisis
kuantitatif deskriptif dengan analisis dokumen kualitatif. Data sekunder dari dokumen perencanaan resmi dan laporan kelembagaan dianalisis melalui analisis kesenjangan dan tren, dilengkapi penilaian kualitatif terhadap prinsip tata kelola. Hanya tiga indikator yang melampaui target yang ditetapkan-Indeks Kualitas Air, Persentase Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim, dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sementara indikator Data dan Informasi Lingkungan mencapai targetnya; Indeks Kualitas Tutupan Lahan dan indikator persampahan menunjukkan kinerja yang relatif lebih rendah. Pola ini menunjukkan bahwa pencapaian target tidak selalu mencerminkan kinerja lingkungan yang konsisten. Analisis tren menunjukkan peningkatan yang umumnya stabil pada sebagian besar variabel, disertai kelemahan persisten dalam pengelolaan lahan. Kinerja lingkungan tampak sangat dipengaruhi oleh kualitas tata kelola, khususnya koordinasi dan integrasi kebijakan: indikator di bawah kendali administratif lebih ketat berkinerja lebih baik, sementara yang memerlukan kolaborasi lintas sektor berkinerja lebih lemah. Studi ini berkontribusi analitis pada pemahaman bahwa efektivitas perencanaan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian target, tetapi juga oleh kapasitas tata kelola dalam menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan lintas sektor yang terkoordinasi. Penguatan integrasi lintas sektor, akuntabilitas, dan mekanisme partisipatif menjadi penting untuk mencapai hasil lingkungan yang lebih selaras dan berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Apriyani, S. (2024). Kerja Sama Pemerintah dan NGO Dalam Pengarustamaan Isu dan Praktik Politik Lingkungan melalui Program Switch Asia [Government–NGO cooperation in mainstreaming environmental political issues and practices through the Switch Asia program]. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 22(1), 87–101.https://doi.org/10.35967/njip.v22i1.448

Cook, E. M., Kim, Y., Grimm, N. B., & McPhearson, T. (2025). Nature-based solutions for urban sustainability. PNAS, 122(29), 1–6. https://doi.org/10.1073/pnas.2315909122

Dewi, K., & Atmojo, M. E. (2025). Perubahan Tata Kelola Pemerintahan Desa dalam Analisis Keterlibatan Politik Berbasis Pembangunan Desa yang Berkelanjutan [Changes in village governance in the analysis of political involvement based on sustainable village Development]. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 11(2), 416–433. https://doi.org/10.25157/moderat.v11i2.3932

Dirawan, G. D. (2024). Mengukur Indikator Pengelolaan Lingkungan Menuju Kota Berkelanjutan [Measuring environmental management indicators toward a sustainable city] (N. S. Wahyuni, Ed.). Widina Media Utama.

Evans, B., Joas, M., Sundback, S., & Theobald, K. (2006). Governing local sustainability. Journal of Environmental Planning and Management, 49(6), 849–867. https://doi.org/10.1080/09640560600946875

Ferlan, M., Marta, A., & Amin, R. M. (2025). Adaptive governance model: Development of green villages based on the policy of Siak Green Regency. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 24(1), 91–106. https://doi.org/10.35967/njip.v24i1.870

Haase, D. (2025). What’s ahead: Navigating the future of environmental science in and around cities in post-pandemic times. Frontiers in Environmental Science, (May), 8–11. https://doi.org/10.3389/fenvs.2025.1613491

Ioppolo, G., Cucurachi, S., Salomone, R., Sa?a, G., & Shi, L. (2016). Sustainable local development and environmental governance: A strategic planning experience. Sustainability, 8(2).https://doi.org/10.3390/su8020180

Jahanishakib, F., Mirkarimi, S. H., Salmanmahiny, A., & Poodat, F. (2018). Land use change modeling through scenario-based cellular automata Markov: Improving spatial forecasting. Environmental Monitoring and Assessment, 190(6). https://doi.org/10.1007/s10661-018-6709-0

Kim, S., & Ji, Y. (2018). Gap analysis. In The International Encyclopedia of Strategic Communication (Issue 11, pp. 14–16). John Wiley & Sons, Inc. https://doi.org/10.1002/9781119010722.iesc0079

Liang, L., Wang, Z., & Li, J. (2019). The effect of urbanization on environmental pollution in rapidly developing urban agglomerations. Journal of Cleaner Production, 237, 117649. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2019.117649

Lockwood, M. (2010). Good governance for terrestrial protected areas: A framework, principles and performance outcomes. Journal of Environmental Management, 91(3), 754–766. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2009.10.005

Lu, J., & Wang, J. (2021). Corporate governance, law, culture, environmental performance and CSR disclosure: A global perspective. Journal of International Financial Markets, Institutions & Money, 70,101264. https://doi.org/10.1016/j.intfin.2020.101264

Mukrimin. (2023). Governance: An analysis of governmental change. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan. 22(1), 74–86. https://doi.org/10.35967/njip.v22i1.390

Mutmainah, I., Yulia, I. A., Marnilin, F., & Mahfudi, A. Z. (2022). Gap Analysis Untuk Mengetahui Kinerja Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka [Gap analysis to determine the performance of Merdeka Belajar Kampus Merdeka program implementation]. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 10(1), 19–34. https://doi.org/10.37641/jimkes.v10i1.934

Nizmi, Y. E., Wahyudi, H., Ibrahim, A., & Surya, R. (2024). Portrait of the three pillars of food security in Riau Province. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 23(1), 91–105. https://doi.org/10.35967/njip.v23i1.666

Nursaputra, M., Soma, A. S., Mappiasse, M. F., Anila, C., Ridha, A., Faiq, M., & Larekeng, S. H. (2025). Peran Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk Pengarusutamaan Pembangunan Berkelanjutan dalam Perencanaan Tata Ruang Kawasan Perkotaan Pasangkayu [The role of strategic environmental assessment in mainstreaming sustainable development in the spatial planning of the Pasangkayu urban area]. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Lintas Karsa, 2(1), 1–14.

Pakidi, C. S., & Tambaip, B. (2025). Ketahanan Air dan Kearifan Lokal: Studi Kasus Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Komunitas Adat di Merauke [Water resilience and local wisdom: A case study ofindigenous community-based water resource management in Merauke]. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah. Multidisiplin, 1(3), 660–676. https://doi.org/10.63822/q8m27758

Parasuraman, A., Berry, L. L., & Zeithaml, V. A. (1991). Perceived service quality as a customer-based performance measure: An empirical examination of organizational barriers using an extended service quality model. In Human Resource Management (Vol. 30, Issue 3, pp. 335–364). John Wiley & Sons, Inc. https://doi.org/10.1002/hrm.3930300304

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah [Regulation of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia No. 86 of 2017 on Procedures for Regional Development Planning, Control, and Evaluation, Procedures for Evaluating Draft Regional Regulations on Long-Term and Medium-Term Regional Development Plans, and Procedures for Amending Long-Term Regional Development Plans, Medium-Term Regional Development Plans, and Regional Government Work Plans]. (2017). https://peraturan.go.id/id/permendagri-no-86-tahun-2017

Pillay, Y. P., & Buschke, F. T. (2020). Misaligned environmental governance indicators and the mismatch between government actions and positive environmental outcomes. Environmental Science and Policy, 112, 374–380. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2020.07.010

Praja, S. J., Sartika, I., & Almaarif. (2025). Facing decade of sustainable development goals implementation: A trend mapping using bibliometric analysis. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 24(1), 65–75. https://doi.org/10.35967/njip.v24i1.805

Putri, S. A. D., Heriyanto, M., & As’ari, H. (2024). Good Environmental Governance dalam Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru [Good environmental governance in waste management in Pekanbaru City]. Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 6(4), 89–495. https://doi.org/10.24036/jmiap.v6i4.1109

Saksono, H. (2021). BRIDA: Urgensi Pembentukan dan Posisi Strategisnya sebagai Solusi Permasalahan Pembangunan dan Peningkatan Kinerja Pemerintahan Daerah [BRIDA: The urgency of its establishment and strategic position as a solution to development problems and improving regional government performance]. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 20(2), 178–196. https://doi.org/10.35967/njip.v20i2.290

Sasmito, Y. (2022). Analisis Profesionalitas Aparatur Sipil Negara Berdasarkan Pengukuran Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN) di Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung [Analysis of state civil Apparatus professionalism based on measurement of the ASN professionalism index (IP ASN) at the Regional Development Planning,

Research and Development Agency of Bangka Belitung Islands Province]. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 21(1), 31–43. https://doi.org/10.35967/njip.v21i1.262

Song, H., & Wang, M. (2025). Integrating ecosystem services: A new indicator for evaluating net carbon sink efficiency of urban green spaces and its influencing factors. Ecological Indicators, 178(April), Article 113901. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2025.113901

Sudirman, F. A., & Saidin. (2022). Pemerintahan Berbasis Elektronik (E-Government) dan Pembangunan Berkelanjutan: Reviu Literatur Sistematis [Electronic-based government (e-government) and sustainable development: A systematic literature review]. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 21(1), 44–58. https://doi.org/10.35967/njip.v21i1.269

Sulastri, S., Lingganingrum, L., Ramadan, A. R., & Angesti, T. H. (2022). Model Kolaborasi antar Stakeholder dalam Menciptakan Pemilu Ramah Lingkungan: Studi Kasus pada Pilkada Serentak DIY 2020 [Stakeholder collaboration model in creating an environmentally friendly election: A case study of the 2020 simultaneous regional elections in DIY]. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 21(2), 218–230. https://doi.org/10.35967/njip.v21i2.332

Tinov, M. Y. T., Marta, A., Asrida, W., Hasanuddin, & Ishak. (2022). Kepemimpinan Politik Lokal untuk Pengelolaan Hutan Berkelanjutan: Kasus di Provinsi Riau [Local political leadership for sustainable forest management: A case in Riau Province]. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 21(1), 85–94.nhttps://doi.org/10.35967/njip.v21i1.307

Walls, J. L., Berrone, P., & Phan, P. H. (2012). Corporate governance and environmental performance: Is there really a link? Strategic Management Journal, 33(8), 885–913. https://doi.org/10.1002/smj.1952

Zhang, M., & Tang, X. (2025). Quantification and analysis of factors influencing territorial spatial conflicts in the gully region of the Loess Plateau: A case study of Qingyang City, Gansu Province, China. Sustainability, 17(8), Article 3552. https://doi.org/10.3390/su17083552

Diterbitkan

2026-06-19

Cara Mengutip

A.S, Z., Apriyenson, H., Hilmi, N., Rizky Saputri, D., Afriadi, A., Bagiasa Chidmahdjati, A., & Fandi, M. . A. (2026). Kesenjangan Tata Kelola dan Kinerja Lingkungan yang Belum Merata: Bukti dari Analisis Perencanaan Lingkungan Strategis dan Tata Kelola Lingkungan yang Baik di Kota Tanjungpinang. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 25(1), 93–106. https://doi.org/10.35967/njip.v25i1.923

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Loading...