INNOVATION HUB: MEDIA KOLABORASI MENUJU PEMERINTAHAN DAERAH INOVATIF

Herie Saksono

Abstract


Abstrak: Era digital menuntut pemerintahan daerah menjadi lebih inovatif dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahannya. Inovasi menjadi keniscayaan dalam perumusan kebijakan agar lebih berkualitas dan implementatif, penyediaan layanan menjadi lebih prima, ultima, dan optima, mempercepat kesejahteraan masyarakat, meningkatkan investasi, dan menciptakan kemandirian daerah agar memiliki keunggulan dan daya saing. Persoalannya, berdasarkan fakta empiris masih terdapat banyak pemerintahan daerah (pemda) yang belum dapat dikategorikan sebagai pemda inovatif. Apa strategi yang tepat untuk mengubahnya, sehingga pemda lebih inovatif? Penelitian ini merupakan pengamatan selama pendampingan kegiatan inovasi daerah. Tujuannya adalah untuk menemukan solusi sekaligus mendorong terjadinya perubahan secara masif. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, sedangkan analisis data bersifat induktif. Innovation hub atau dikenal dengan sebutan i-hub merupakan solusi yang berfungsi sebagai media kolaborasi antaraktor inovasi, Pemerintah, pemerintahan daerah, maupun pemerintahan desa, masyarakat, dan para pemangku kepentingan pembangunan di daerah. Melalui i-hub diharapkan terselenggara spektrum inovasi yang mencakup inovasi kepemimpinan, inovasi administrasi, inovasi manajemen, inovasi kebijakan, inovasi sosial, dan inovasi teknologi serta disrupsi inovasi. Secara umum dapat ditegaskan bahwa i-hub merupakan media kolaboratif yang mampu membentuk ekosistem inovasi, mengakselerasi inovasi, mencipta inovator, dan membangun pemerintahan daerah yang dinamis dan berkelanjutan. Pada saatnya, i-hub menjadi pemicu inovasi dan peubah pemerintahan daerah menjadi lebih dinamis, kreatif, adaptif, inovatif, produktif, futuristik, dan prospektif. Direkomendasikan kepada setiap pemda agar segera berubah, mendorong mewujudnya pelembagaan i-hub, dan mengelolanya secara kolaboratif untuk menumbuhkan inovasi daerah.

 

Abstract: The digital age is demanding local governments to become more innovative in their governance. Innovation is a necessity in the formulation of policies to be more qualified and implementation, service provision becomes more excellent, ultimate and optimal, accelerating public welfare, increasing investment, and creating regional independence in order to have excellence and competitiveness. The problem is, based on empirical facts there are still many local governments (LGs) that cannot be categorized as innovative LGs. What is the right strategy to change it so that local governments are more innovative? This study is an observation during the facilitation of regional innovation activities. The goal is to find solutions while simultaneously driving massive change. The method used is qualitative with descriptive-comparative analysis. Data collection is done by triangulation, while data analysis is inductive. Innovation hub (i-hub) is a solution that functions as a medium of collaboration between innovation actors, the Government, regional governments, as well as village governments, communities, and development stakeholders in the regions. Through the innovation hub, it is expected that an innovation spectrum will be held that includes leadership innovation, administrative innovation, management innovation, policy innovation, social innovation, technological innovation, and innovation disruption. In general, it can be emphasized that the innovation hub is a collaborative media that is able to shape the innovation ecosystem, accelerate innovation, create innovators, and build a dynamic and sustainable local government. In due time, the innovation hub triggers innovation and changes in local government to become more dynamic, creative, adaptive, innovative, productive, futuristic, and prospective. It is recommended that each local government change immediately, encourage the institutionalization of i-hub, and manage it collaboratively to foster regional innovation.


Keywords


Kata Kunci: Innovation Hub, Pemerintahan Kolaboratif, dan Pemerintahan Daerah Inovatif; Keywords: Innovation Hub, Collaborative Governance, and Innovative Local Government

Full Text:

PDF

References


Bank, T. W. (2011, October 10). Russia: Innovation and Technology Can Help Revitalize Economies in Emerging Europe and Central Asia. World Bank. Retrieved from https://www.worldbank.org/en/news/press-release/2011/10/10/innovation-technology-can-help-revitalize-economies-emerging-europe-central-asia

Indonesia, P. R. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah, Pub. L. No. PP 38 Tahun 2017, Pemerintah Republik Indonesia (2017). Pemerintah Republik Indonesia.

Kotsemir, M. N., & Meissner, D. (2013). Conceptualizing the Innovation Process – Trends and Outlook (SCIENCE, TECHNOLOGY AND INNOVATION WP No. WP BRP 10/STI/2013). National Research University Higher School of Economics (HSE). https://doi.org/10.2139/ssrn.2249782

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). An Expanded Sourcebook Qualitative Data Analysis. Saga Publication (Second). California: Saga Publication Ltd. https://doi.org/10.1007/BF02759913

Neufeldt, V., & Guralnik., D. B. (1991). Webster’s New World Dictionary of American English (Third Coll). New York: Prentice Hall General Reference.

OECD. (2012). OECD Science, Technology and Industry Outlook 2012. Paris: OECD. https://doi.org/10.1787/sti_outlook-2012-en

Saksono, H. (2012). Ekonomi Kreatif: Talenta Baru Pemicu Daya Saing Daerah. Bina Praja, 4(2), 93–104.

Saksono, H. (2013). Ekonomi Biru: Solusi Pembangunan Daerah Berciri Kepulauan Studi Kasus Kabupaten Kepulauan Anambas. Jurnal Bina Praja, 05(01), 01–12. https://doi.org/10.21787/jbp.05.2013.01-12

Saksono, H. (2016). Wajah Baru Otonomi Daerah: Status Kinerja Versus Kondisi Realistis di Wilayah Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Kebijakan Pembangunan, 11(2), 133–148.

Saksono, H. (2018). Kelurahan Silalas Sebagai Innovation Hub: strategi Kompetitif Pemerintah Kota Medan Melaluai Perangkat Kewilayahan. Inovasi, 15(2), 105–124.

Sidauruk, R., & Saksono, H. (2018). Ekonomi Kreatif Sebagai Basis City Branding Menuju Kepariwisataan Terintegrasi Di Kawasan Danau Toba. Inovasi, 15(1), 83–104. https://doi.org/DOI:https://doi.org/10.33626/inovasi.v15i2.95

Tohidi, H., & Jabbari, M. M. (2011). The important of Innovation and its Crucial Role in Growth, Survival and Success of Organizations. Procedia Technology, 1(1), 535–538. https://doi.org/10.1016/j.protcy.2012.02.116

Youth, A. R. A. for C. and. What Is Collaboration? (2013). Camberra. https://doi.org/10.7551/mitpress/9780262015813.003.0001




DOI: http://dx.doi.org/10.35967/jipn.v19i1.7854

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Herie Saksono

Creative Commons License

Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License© All rights reserved 2004. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan ISSN 1829-5827 and E-ISSN 2656-5277