Prinsip-Prinsip Berdemokrasi Bagi Penyandang Disabilitas Tuna Grahita Pada Pemilihan Umum 2019 Di Provinsi Riau

Hernimawati Hernimawati, Yulianti Asyar, Adrian Faridhi, Alexsander Yandra

Abstract


Penelitian ini mengkaji tentang penerapan prinsip berdemokrasi bagi penyandang disabilitas tuna grahita dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 di Provinsi Riau. Berkembangnya informasi dimedia elektronik dan sosial terkait orang gila memilih menjadi perhatian serius peneliti untuk mengkaji kategorisasi kelompok disabilitas tuna grahita yang terganggunya fungsi pikir karena kecerdasan di bawah rata rata. Data menunjukkan bahwa penyandang disabilitas tuna grahita diprovinsi Riau pada Pemilu 2019 sebanyak 911 orang namun tingkat partisipasi penyandang disabilitas hanya 411 orang atau lebih kurang 48%. Melalui pendekatan prinsip-prinsip demokrasi dan metode kualitatif analitis fenomenologi terlihat bahwa rendahnya partisipasi politik penyandang disabilitas tuna grahita dalam berdemokrasi disebabkan oleh inefektifnya pola penerapan prinsip berdemokrasi bagi penyandang disabilitas tuna grahita yang cendrung simetris, sehingga berdampak terhadap terbatasnya aksesibilitas penyandanng disabilitas dalam pemenuhan kebutuhan informasi kepemiluan. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba memberikan masukkan dampak simetris maupun asimetris keterlibatan penyandang disabilitas dalam Pemilu.


Keywords


Demokrasi, Pemilu dan Partisipasi

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.35967/jipn.v18i1.7802

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan

Creative Commons License

Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License© All rights reserved 2004. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan ISSN 1829-5827 and E-ISSN 2656-5277